Warga Takut Berkebun Menyusul Adanya Harimau Yang Berkeliaran Di Mandailing Natal

Warga Takut Berkebun Menyusul Adanya Harimau Yang Berkeliaran Di Mandailing Natal

Warga Takut Berkebun Menyusul Adanya Harimau Yang Berkeliaran Di Mandailing Natal – Masyarakat di Desa Sibaruang, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut) sekarang waswas. Mereka takut melakukan aktivitas di kebun menyusul munculnya harimau di lokasi itu.

Banyak Bonus Menanti Anda, Hanya Dengan Bergabung Bersama Kami. Silahkan Saja Langsung Klik Disini Untuk Dapatkan Bonus Yang Melimpah Dari Kami

Berdasar pada info dikumpulkan, telah lebih dari satu bulan masyarakat tidak berani ke kebun. Awal mulanya beberapa dari mereka berjumpa langsung dengan harimau.

“Sekurang-kurangnya ada tiga orang yang berpapasan langsung dengan harimau itu, yaitu Almin Arianja, Kakmat Rambe, Anyoni Batubara,” kata Nasron Efendi, Kepala Desa Sibaruang, Kamis (28/3).

Klaim Bonus Deposit 10% Dan Seterusnya, Bonus Cashback 5% Tiap Minggunya, Bonus Rollingan 0.7%, Bonus Referensi Teman 5% Hanya Dengan Deposit 50 Ribu

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

Ke-3 masyarakat itu awalannya temukan jejak harimau tidak jauh dari kebun masyarakat di Tor Nahambat, Desa Sibaruang. Tetapi nyatanya satwa itu masih tetap ada di seputar tempat.

Masyarakat terperanjat lihat harimau cuma berjarak 2-3 mtr. dari mereka. Dua orang pilih selamatkan diri dengan melonjak ke jurang. Seseorang yang lain ketinggalan. Untungnya ia pula selamat serta dijemput masyarakat.

Sampai kini penemuan jejak harimau dipandang biasa buat masyarakat seputar. Akan tetapi, kesempatan ini kondisinya berlainan.

“Umumnya jika bertemu dengan manusia mereka langsung pergi, tetapi kesempatan ini harimau itu justru mendekat, walaupun tidak menyerang,” tutur Narson.

Masyarakat mengharap pihak Tubuh Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) ataupun dari pengelola Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) ambil beberapa langkah supaya tidak jatuh korban baik di kelompok penduduk ataupun harimau.

“Kita meminta selekasnya diatasi supaya penduduk dapat melakukan aktivitas seperti sebelumnya,” kata Nusron.

You might also like