CEO Boeing Masih Berharap 737 MAX Kembali Terbang Tahun Ini

CEO Boeing Masih Berharap 737 MAX Kembali Terbang Tahun Ini – CEO Boeing, Dennis Muilenburg, masih menghendaki supaya pesawat type Boeing 737 MAX dapat mengudara kembali lagi tahun ini. Tetapi Muilenburg mengutamakan jika Boeing dapat kurangi produksi apabila berlangsung keterlambatan.

Banyak Bonus Menanti Anda, Hanya Dengan Bergabung Bersama Kami. Silahkan Saja Langsung Klik Disini Untuk Dapatkan Bonus Yang Melimpah Dari Kami

Seperti diberitakan AFP serta Kanal News Asia, Kamis (8/8/2019) , Muilenburg mengatakan Boeing merencanakan ajukan paket sertifikasi pada Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat atau FAA seputar September waktu depan, dengan prediksi perjanjian buat sertifikasi dilaunching satu bulan selanjutnya.

Didapati jika Boeing 737 MAX di-grounded dengan global sejak mulai Maret lalu, selesai berlangsung tragedi maut Lion Air JT 610 pada Oktober 2018 serta Ethiopian Airlines ET 302 pada Maret lalu yg tewaskan keseluruhan 346 orang.

Klaim Bonus Deposit 10% Dan Seterusnya, Bonus Cashback 5% Tiap Minggunya, Bonus Rollingan 0.7%, Bonus Referensi Teman 5% Hanya Dengan Deposit 50 Ribu

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

Akan tetapi, ucapkan Muilenburg, Boeing bakal memotong atau bahkan juga menyudahi produksi 737 MAX apabila proses perjanjian dengan otoritas penerbangan perlu lebih banyaknya waktu yg diperhitungkan.

” Ini bukanlah ketetapan yg kami mengambil dengan ringan, ” ucapkan Muilenburg dalam pertemuan investasi di New York.

Menurut Muilenburg, pemberhentian produksi Boeing 737 MAX bakal beresiko pada ‘sekitar 600 supplier, beberapa ratus ribu lapangan pekerjaan’. Dalam pengakuannya, Muilenburg memperjelas jika Boeing ‘sangat fokus’ buat berupaya kembalinya 737 MAX pada ‘awal kuartal keempat’.

” Saya fikir itu berubah menjadi kewajiban buat kami buat menegaskan kami jalankan manajemen kontingensi yg disiplin serta mengupayakan transparan bab masalah ini, ” katanya.

Beberapa hari paling akhir, Boeing terus kerja dengan teliti dengan FAA serta otoritas penerbangan yang lain dalam melaksanakan perbaikan software untuk menanggulangi problem yg nampak pada mode pengontrolan penerbangan pada Boeing 737 MAX. Didapati, ini di yakini berperan pada tragedi Lion Air serta Ethiopian Airlines.

Tetapi pada Juni lalu, FAA mendapatkan problem baru pada mikroprosesor yg tentulah kian perpanjang periode waktu perbaikan. Mikroprosesor sebagai satu circuit terintegrasi atau integrated sirkuit (IC) yg digunakan jadi otak khusus dalam mode computer. Bulan kemarin, Muilenburg mengingatkan jika ‘selalu ada efek buat beberapa barang baru’ sampai prosedurnya komplet.

Faksi maskapai serta otoritas penerbangan AS hadapi saran keras dari beberapa pilot serta beberapa pihak lain berkenaan teknik 737 MAX di setujui buat terbang awal mulanya, yg dikira seakan Boeing melaksanakan sertifikasi sendiri pada rata-rata mode pada pesawat itu.

Tanggapan pada tragedi Lion Air serta Ethiopian Airlines pun memetik saran. Dengan FAA didapati tak langsung menetapkan grounded pada Boeing 737 MAX selesai kecelakaan pertama berlangsung pada Oktober 2018.

Ditambah Muilenburg jika Boeing terus berkomunikasi dengan erat dengan faksi maskapai mengkaji bab kompensasi buat penerbangan-penerbangan yg terlambat pun pengantaran pesawat yg terlambat, dan trick buat memberikan keyakinan publik demikian 737 MAX dikasih lampu hijau buat terbang kembali.

” Kami ketahui jika diperlukan waktu buat bangun kembali keyakinan publik, ” tangkisnya.

You might also like