Rudy Hartono Masih Jadi Pemegang Rekor di All England, Ini Kuncinya

Rudy Hartono Masih Jadi Pemegang Rekor di All England, Ini Kuncinya – Rudy Hartono masih tetap jadi pemegang rekor delapan titel juara All England dengan tujuh salah satunya berturut-turut. Ia terang-terangan buka kunci kesuksesan.

Banyak Bonus Menanti Anda, Hanya Dengan Bergabung Bersama Kami. Silahkan Saja Langsung Klik Disini Untuk Dapatkan Bonus Yang Melimpah Dari Kami

Rudy mencapai titel juara All England untuk pertama kali di umur 18 tahun. Predikat kampiun di kompetisi bulutangkis paling tua sejagat itu dibuat pada 1968.

Semenjak itu, ia teratur menggondol titel juara All England, mulai 1969 sampai 1974. Tiada titel di All England 1975, Rudy kembali jadi pemilik mahkota pada 1976.

Klaim Bonus Deposit 10% Dan Seterusnya, Bonus Cashback 5% Tiap Minggunya, Bonus Rollingan 0.7%, Bonus Referensi Teman 5% Hanya Dengan Deposit 50 Ribu

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

Rudy mengingat kembali latihan fisik, tehnik, serta taktik yang dilahapnya saat itu. Ia pun memaparkan berlatih sendirian tiada pendampingan pelatih di tiga tahun pertamanya.

“Saat itu, kejuaraan kurang, jadi terdapat beberapa waktu untuk berlatih. Saya pun keterlaluan mandirinya, tiada pelatih tiga tahun. Pergi kompetisi tiada pelatih. Tetapi, itu melatih diri saya diri saya untuk lakukan apakah yang perlu dikerjakan,” kata Rudy.

“Lihat lawan-lawan yang memiliki pengalaman, beberapa pemain Eropa yang mempunyai tenaga semakin besar serta kelincahan tangan yang lebih, jadi saya mengasah fisik saya supaya mesti bertambah cepat, kemampuan saya mesti lebih sempurna, serta ketahanan mesti lebih lama,” papar pria asal Surabaya itu.

Diluar itu, Rudy manfaatkan pergantian style bermain tunggal putra dunia. Yang awalannya dari mengunggulkan bermain indah jadi ke skema menyerang.

“Saya manfaatkan waktu perubahan ke pemain menyerang, hingga dengan fisik unggul saya dapat lebih jago. Sesaat, saya telah terlebih dulu bermain dengan mengunggulkan kecepatan, saya telah mengawali tiga tahun lebih awal. Sesaat, lawan-lawan saya baru mulai sesudah tiga tahun lalu. Saya start terlebih dulu, itu keuntungan,” katanya.

“Saya kan telah duluan, saya telah menyusul mereka. Saya dapat mengaplikasikan taktik dengan bermain saya bertambah cepat. Dahulu itu bukan reli poin, akan tetapi servis poin. Dahulu jaman main indah, saya tidak, saya memprioritaskan kecepatannya,” katanya.

“Diluar itu, saya mempunyai taktik bagaimana membuat lawan out of position. Saya bikin lawan ngejar bola, jangan pernah nunggu bola. Itu dapat terwujud jika saya bertambah cepat daripada lawan,’ ia memberikan.

“Selain itu, taktik kemenangan. Apa saya juara Indonesia Open? Tidak. Saya katakan cepat itu taktik, endurance kuat itu taktik, tempat bagus itu taktik, serta bola tidak nyangkut serta tidak out itu taktik,” ia menyatakan.

Tidak sendirian, Rudy mengawasi kebiasaan juara All England itu. Ada PBSI yang betul-betul mengawasi gengsi.

You might also like